Tantangan dan Peluang Dakwah di Era Digital (MANAJEMEN LEMBAGA DAKWAH)

MANAJEMEN LEMBAGA DAKWAH

Perjalanan dakwah tidak semudah kita bayangkan dan lakukan, terlebih di era digital saat ini banyak problem-problem atau tantangan yang kita hadapi. Terbukti kalau melihat dakwah yang disampaikan yang melalui media-media elektronik yang cukup heterogen jumlahnya, jelas ini menunjukkan bahwa era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan manusia, termasuk dalam konteks dakwah, yaitu upaya untuk menyebarkan ajaran agama atau keyakinan kepada orang lain. Dakwah di era digital memiliki tantangan dan peluang yang unik. Di era digital dewasa ini, pengintegrasian teknologi informasi dan komunikasi merupakan salah satu tantangan dakwah.

Dakwah yang selama ini hanya dilakukan dengan pendekatan tekstual perlu menyesuaikan dengan konteks yang tengah dihadapi masyarakat. Dalam Faridhatun Nikmah, Akhid Widi Rahmanto mengungkapkan bahwa dakwah tekstual hanya berpaku pada doktrin yang bersumber dari Alquran dan hadis saja, tapi belum menyentuh bagaimana implementasinya secara kontekstual di lapangan. Maka, dakwah secara kontekstual lebih sulit daripada dakwah tekstual. Dakwah kontekstual di era milenial ini membutuhkan keteladanan dan solusi yang nyata (Sigit A, 2019).

Kemajuan teknologi yang semakin pesat memberikan kemudahan bagi manusia untuk berkomunikasi melalui media sosial. perkembangan media sosial yang semakin pesat menjadikan seseorang mudah untuk menggunjing, menghina, dan menjelek-jelekkan orang lain melalui media sosial. Padahal hal tersebut sangat didorong oleh agama. Adanya kemajuan teknologi transportasi mempermudah ruang gerak dakwah ke sejumlah daerah bahkan hingga ke pelosok. Perkembangan teknologi informasi dan transportasi dapat dimanfaatkan bagi kepentingan dakwah agar dakwah tersebut lebih efektif, cepat, dan akurat sehingga nilai dakwah yang berisi ajakan untuk selalu taat kepada Allah SWT dapat terus terjaga.

Pertama-tama, kemajuan teknologi informasi, khususnya media sosial, telah mengubah cara komunikasi dan berkomunikasi terjadi di seluruh dunia. Media sosial memungkinkan informasi dan pesan-pesan agama untuk menyebar lebih cepat dan lebih luas daripada sebelumnya. Namun, ini juga membawa risiko penyebaran informasi palsu, radikalisasi online, dan perdebatan yang intens tentang isu-isu agama. Bagaimana para pendakwah memanfaatkan teknologi ini sambil mengatasi risikonya adalah salah satu tantangan utama.

Selain itu, pluralisme agama dan budaya semakin menjadi ciri masyarakat saat ini. Dalam masyarakat yang semakin beragam ini, para pendakwah harus berinteraksi dengan individu dari berbagai latar belakang agama dan kepercayaan. Tantangan di sini adalah mempromosikan dialog dan pemahaman antaragama sambil mempertahankan integritas ajaran agama masing-masing.

Perubahan dalam dinamika sosial dan budaya juga memengaruhi cara orang mendekati agama dan spiritualitas. Dakwah harus mampu menjawab pertanyaanpertanyaan yang muncul dalam konteks sosial ini, termasuk isu-isu seperti hak asasi manusia, kesetaraan gender, dan perubahan iklim.Pembahasan ini bertujuan untuk menjelajahi berbagai tantangan dakwah dalam masa kini atau era kontemporer dan mencari solusi-solusi yang relevan. Dengan memahami tantangan ini, kita dapat mengembangkan pendekatan yang lebih baik untuk menjalankan dakwah yang efektif, inklusif, dan sesuai dengan tuntutan zaman. Pada bagian-bagian berikutnya dari tulisan ini, kami akan membahas lebih lanjut.

Menurut Nur Ahmad dalam penelitiannya dengan judul tantangan dakwah di era teknologi dan informasi bahwa tantangan dakwah dalam masa kini sangat bervariasi dan kompleks, terutama karena perubahan dalam masyarakat, teknologi, dan dinamika sosial (Nur Ahmad: 2013). Dakwah merupakan usaha untuk menyeru, mengajak dan memanggil umat manusia untuk menuju arah yang lebih baik, baik secara individu maupun secara sosial. Dakwah tidak hanya sekedar dalam bentuk pemahaman dan sebagai pedoman yang harus diikuti nilai-nilai agamanya, akan tetapi lebih berperan kepada pelaksanaan ajaran Islam dan pengaplikasian ajaran Islam secara kaffah dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Perjalanan dakwah Islam tidak terlepas dari tantangan dan kendala-kendala yang semakin komplek dihadapi. Dakwah Islam perkembangan masa kini, justru tantangan dan kendala semakin kompleks dan mencakup segala aspek kehidupan manusia, terlebih pengaruh perkembangan teknologi dan era globalisasi sudah masuk dalam sendi-sendi kehidupan manusia. Dikuatirkan semakin kompleksnya kendala-kendala dan tidak terkendalinya arus informasi, maka ini jelas akan sangat mempengaruhi cara berfikir dan kehidupan manusia.

Informasi yang berlebihan, di era digital telah membanjiri individu dengan informasi dari berbagai sumber. Hal ini merupakan tantangan bagi dakwah adalah bersaing dengan konten yang bersaing tinggi untuk menarik perhatian orang dan memastikan pesan-pesan agama dapat diterima dengan baik, karena adanya persaingan yang tinggi ingin menarik perhatian audien atau khalayak, akan memungkinkan terjadinya penyebaran informasi yang tidak bertanggung jawab, sehingga merugikan salah satu pihak. Internet sebagai sumber informasi yang banyak, juga tidak terlepas dari dan yang menyebabkan masalah tersebarnya informasi-informasi yang tidak bertanggung jawab atau dikenal dengan hoaks. Dakwah harus berhati-hati agar tidak menjadi sumber atau korban dari informasi yang tidak benar.

Kontroversi dan ekstremisme, media sosial dapat digunakan untuk menyebarkan pandangan radikal atau ekstremis. Da’i sebagai penyampai dakwah harus berhati-hati dan berusaha melawan penyebaran ideologi ekstremis dan kontroversi yang akan mengganggu kedamaian dan kerukunan dan dakwah secara kuat untuk menekankan pesan toleransi dan kedamaian dalam tugas dan misi dakwahnya. Pengaruh budaya pop dan media massa seringkali menciptakan gambaran yang berbeda tentang Islam, sehingga audien menanggapi dengan salah dan ragu-ragu dan bahkan kebingungan. Dakwah, dalam hal ini harus berusaha untuk mempelajari, merespon dan memahami secara komprehensif dan mendalam agar budaya digital dan menyampaikan pesan-pesan agama harus relevan dengan konteks ajaran Islam dan bukan bertentangan dengan ajaran Islam.

Kekuatan jangkauan yang luas, internet memiliki jangkauan yang luas sangat memungkinkan untuk mencapai audiens dakwah untuk mencapai audiens yang lebih luas dan beragam, termasuk mereka yang terpencil atau sulit dijangkau oleh metode konvensional. Dengan jangkauan yang luas dari internet menjadi peluang besar dari para audien untuk mendapat informasi yang beragam dan sesuai dengan kebutuhan. Kreativitas dalam konten, di era digital memungkinkan dakwah untuk dapat menciptakan konten yang kreatif dan menarik, termasuk video, podcast, dan media sosial. Ini dapat membantu menarik perhatian yang lebih besar dan memahami pesan-pesan agama.

Keterlibatan aktif di media sosial memungkinkan interaksi dua arah antara da’i (pengajar) dan audien. Ini memungkinkan audien untuk bertanya, berdiskusi, dan memahami lebih dalam tentang agama. Dengan keterlibatan aktif antara da’i dan mustami’ akan memudahkan menyerap dan pemahaman secara komprehensif bukan parsial. Maka, perlunya dibangun media ini sebagai wadah untuk mendalami Islam dan dakwah secara luas. Kolaborasi antaragama, internet memungkinkan kolaborasi antar pemeluk agama yang berbeda dan dialog antarbudaya. Dakwah dapat menjadi jembatan untuk mempromosikan pemahaman antaragama dan toleransi. Dialog Antaragama untuk membangun pemahaman dan kerjasama antaragama penting dilakukan untuk menciptakan pemahaman, toleransi, dan kerjasama antara berbagai komunitas keagamaan.

Pemahaman secara global, melalui era digital, dakwah dapat mencapai audiens di seluruh dunia. Ini memungkinkan penyebaran pesan-pesan agama di tingkat global dan memperkuat solidaritas dalam komunitas muslim. Dalam era digital, dakwah perlu mengambil manfaat dari peluang yang ditawarkan oleh teknologi, sambil juga berhati-hati untuk mengatasi tantangan seperti hoaks, ekstremisme, dan informasi yang berlebihan. Dengan pendekatan yang bijak dan terencana, dakwah dapat memiliki dampak positif yang signifikan di era digital.


AHSANUL KHAIRY MD5A 220305024

Komentar

Postingan Populer